Showing posts with label Suara Merdeka. Show all posts
Showing posts with label Suara Merdeka. Show all posts

Tuesday, May 26, 2009

Ribuan Cukai Kedaluwarsa Digunakan Lagi

* Dikeluarkan Tahun 2008


KUDUS - Aparat Kantor Pengawasan dan Pelayanan Bea Cukai (KPPBC) Kudus awal pekan ini menemukan penyelewengan penggunaan cukai kedaluwarsa atau bekas (tidak sesuai dengan tahun edarnya) pada rokok untuk dijual kembali di pasaran. Cukai tersebut dirilis tahun 2008, namun masih tetap dilekatkan pada kemasan rokok produksi tahun 2009.

Kepala KPBBC Kudus, Wijayanta, melalui Kasubsi Layanan Informasi, Zaini Rasidi, mengemukakan hal itu kepada Suara Merdeka siang kemarin. Dikatakan dia, cukai bekas tersebut diambil pelaku dari rokok yang belum terjual dan kemudian dipasang kembali pada produk baru.

”Kami menemukan hal tersebut dari salah sebuah pabrikan di Jepara,” katanya tanpa memerinci identitas pelaku penyelewengan cukai itu. Total jumlah cukai bekas yang ”didaur ulang” mencapai 7.908 lembar. Estimasi kerugian negara akibat tindakan tersebut mencapai Rp 17,08 juta.

Sesuai dengan ketentuan, cukai yang sudah habis masa edarnya tidak boleh digunakan lagi. Kasus ini hingga kemarin masih terus dikembangkan petugas KPPBC. Adapun barang bukti berupa cukai bekas disita untuk penyelidikan lebih lanjut. ”Mengedarkan rokok dengan cukai seperti itu tentu melanggar ketentuan,” ungkapnya.

Pelakunya, dianggap melanggar Pasal 32 UU 39 Tahun 2007 tentang Cukai. Di dalamnya disebutkan menyimpan pita cukai bekas merupakan tindakan yang melanggar ketentuan.

Sementara itu, akhir pekan lalu petugas juga melakukan serangkaian operasi rokok polos. Hasilnya, pihaknya menyita setidaknya setengah ton bahan baku pembuatan rokok.

Tak hanya itu, beberapa peralatan yang digunakan terpaksa juga harus dibawa petugas. Dari penindakan itu, kerugian negara yang diselamatkan Rp 34,8 juta ”Untuk kertas pembungkusnya, kami menemukan sebanyak 37 karung,” jelasnya.

Mengenai pelakunya, ada yang izin usahanya sudah dicabut. Namun demikian pelaku usaha tersebut masih nekat untuk memproduksi rokok tanpa cukai. ”Penindakan dilakukan pada pabrik di Jepara dan Kudus,” ujarnya. (H8-54)

Sumber : Suara merdeka- Lintas Muria

Thursday, May 21, 2009

Ditemukan Gading Gajah Purba

KUDUS - Masyarakat kembali menemukan dua gading gajah purba yang masing-masing panjangnya 2,14 meter dengan ukuran diameter pangkal 14 sentimeter, dan satu gading lagi panjangnya 2,73 meter dengan diameter pangkal 14 sentimeter. Diperkirakan usianya sekitar 700 - satu juta tahun yang lalu dan berasal dari hewan stegodon atau elepas (gajah muda).

Gading gajah purba ini pertama kali ditemukan oleh Sugeng Siswandi (40) dan Waridin (45), keduanya warga RT 2 RW 4 Dukuh Kaliwuluh, Desa Gondosari, Kecamatan Jekulo, kudus. Berawal saat Sugeng akan melakukan aktifitasnya di ladang, namun setelah berjalan menyusuri Kali Wuluh ia curiga terhadap salah benda yang berbentuk lancip dan tertanam di tanah. Karena curiga, ia menghampiri benda tersebut, namun kelihatannya cukup besar dan ia mengambil alat-alat untuk menggalinya bersama dengan Waridin. “Saya penasaran dengan benda tersebut, karena posisinya berada di pinggir tebing sungai kemudian saya gali bersama rekan saya,”katanya.

Memang tidak mudah, karena posisi gading tersebut berada pada kedalaman dua meter, sehingga dibutuhkan tenaga ekstra dan kehati-hatian agar tidak rusak.

“Sebenarnya penemuan tersebut berlangsung pada Senin (18/5), namun karena posisi gading tersebut berada pada kedalaman dua meter, sehingga dibutuhkan tenaga ekstra dan kehati-hatian agar tidak rusak.”

Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) Kudus, Abdul Hamid, kemarin mengatakan, dari laporan tersebut pihaknya langsung melakukan eskavasi sebagai langkah untuk pengamanan. Sebagai langkah lanjutan pihaknya akan berkoordinasi dengani Balai Pelestarian Peninggalan Purbakala (BP3) Jateng.

Ketua Forum Pelestari Situs Patiayam (FPSP), Suprapto kemarin mengatakan, dengan ditemukannya fosil gading gajah ini berarti di kawasan situs Patiayam di Desa Terban, Kecamatan Jekulo, Kudus masih berpotensi adanya fosil-fosil yang masih belum tergali. (J18, H50-36)

Sumber: www.Suara Merdeka.com : 22 Mei 2009
 

Labels

free counters